ingin testing kesaktian dgn gantung diri di pohon, malah tewas !!!

Apa yang dilakukan Warin,28, pemuda asal Dusun Sumbernongko, Desa Ngreco, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri benar-benar diluar akal sehat.

Ia ingin mencoba kesaktiannya dengan cara gantung diri dengan menggunakan tali prastik di pohon Apel, samping rumahnya.
Warni malah menjadi tontonan warga karena akhirnya ia tewas. Kejadian itu pertama kali diketahui oleh Samuri,50, tetangganya. Saksi melihat sesosok mayat laki-laki menggantung di pekarangan kosong.

Karena penasaran, saksi berusaha mendekat untuk memastikan hal tersebut. Betapa terkejutnya dia, ketika melihat pria yang menggantung di atas pohon apel adalah Warin tetangganya sendiri.

“Begitu melihat kejadian itu, saksi langsung melapor ke desa dan dilanjutkan ke Polsek,” kata Kapolsek Kandat AKP Suparlan.
Petugas segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas segera mengevakuasi mayat korban untuk divisum di puskesmas desa setempat.

“Korban murni bunuh diri, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan ditubuhnya. Kami juga mengamankan tali plastic warna biru yang digunakannya untuk gantung diri,” jelas Suparlan, Minggu(23/5).

Semenatara itu, berdasarkan keterangan masyarakat di lapangan, motif korban nekat melakukan aksi bunuh diri dengan cara menggantung, karena ingin mencoba kesaktiannya.

Diceritakan Anggota Unit Reskrim Polsek Kandat Brigadir Yahya Triguna, dari keterangan keluarga dan tetangga, tiga hari sebelum melakukan aksinya, korban sempat ingin belajar mengaji.

“Katanya biar sakti, dan mempunyai ilmu kebal,” kata Yahya menirukan keterangan keluarga. Karena korban tidak bisa membaca Al-Quran, akhirnya pihak keluarga memberikannya tulisan Ayat Kursi dalam bentuk tulisan latin.
Oleh korban tulisan tersebut dibawa kemana-mana dan selalu membacanya berulang-ulang hingga hafal. “Pihak keluarga menawari korban untuk dipondokan, tapi korban tidak mau,” ceritanya.

Diduga dengan menghafal Ayat Kursi tersebut korban sudah merasa sakti dan mempunyai ilmu kekebalan tubuh. Dan untuk membuktikannya, korban nekad menggantungkan dirinya diatas pohon apel yang berada di samping rumahnya.
“Menurut tetangga, dia (korban) tidak menunjukan keanehan, ya cuma itu saja, minta diajari baca Al-Quran,” pungkas Yahya Triguna.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: